Kamis, 29 Oktober 2015

Cinta ku Seperti Ilmu Tajwid

Saat pertama kali berjumpa denganmu aku bagaikan berjumpa dengan saktah , hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar . Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati diantara idghom billagunnah terlihat tapi ada . Aku ungkapkan maksud dan tujuan peraasaan ku seperti Idzhar jelas dan terang .
Jika mim mati bertemu dengan Ba disebut dengan ikhfa syafawi , maka jika aku bertemu dengan dirimu disebut Cinta . hehehe
Sejenak pandangan kita bertemu , lalu tiba-tiba semua itu seperti idghom mutamasilain melebar jadi satu , cintaku padamu seperti mad wajib muttasil paling panjang diantara yang lainnya
Setelah kau terima cintaku nanti , hatiku rasanya seperti Qolqolah qubro , terpantul dengan keras !
Dan akhirnya setelah lama kita bersama cinta kita seperti iqlab , ditandai 2 hati yang menyatu .
Sayangku padamu  seperti mad thobi’i dalam alquran , banyak beneeer
Semoga dalam hubungan kita ini , kaya aidghom billagunnah ya Cuma berdua yaitu -Lam dan Ro-
Layaknya waqof muanaqoh , engkau hanya boleh berenti disalah satunya , Dia atau Aku ?
Meski perhatianku gak kaya alif lam al-syamsiah tapi seperti alif lam al-qomariah terbaca jelas
Kau dan aku seperti idghom mutqoribain , perjumpaan 2 huruf yang sama makhrojnya tapi berlainan sifatnya
Aku harap cinta kita seperti waqof lazim , terhenti sempurna di akhir hayat
Semua halnya dengan mad aridh , dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akn terhenti , seperti itulah pandangan ku ketika melihatmu
Layaknya huruf tafkhim , nama mu pun tercetak tebal di pikiranku
Seperti hukum imalah yang di khususkan untuk Ro saja , begitu juga aku hanya untuk kamu
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu , seperti mad aridh lisukun
Amiiin


by :
Diah Septiani :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar