Cinta ku Seperti
Ilmu Tajwid
Saat
pertama kali berjumpa denganmu aku bagaikan berjumpa dengan saktah , hanya bisa
terpana dengan menahan nafas sebentar . Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati
diantara idghom billagunnah terlihat tapi ada . Aku ungkapkan maksud dan tujuan
peraasaan ku seperti Idzhar jelas dan terang .
Jika mim
mati bertemu dengan Ba disebut dengan ikhfa syafawi , maka jika aku bertemu
dengan dirimu disebut Cinta . hehehe
Sejenak
pandangan kita bertemu , lalu tiba-tiba semua itu seperti idghom mutamasilain
melebar jadi satu , cintaku padamu seperti mad wajib muttasil paling panjang
diantara yang lainnya
Setelah
kau terima cintaku nanti , hatiku rasanya seperti Qolqolah qubro , terpantul
dengan keras !
Dan
akhirnya setelah lama kita bersama cinta kita seperti iqlab , ditandai 2 hati
yang menyatu .
Sayangku
padamu seperti mad thobi’i dalam alquran
, banyak beneeer
Semoga
dalam hubungan kita ini , kaya aidghom billagunnah ya Cuma berdua yaitu -Lam
dan Ro-
Layaknya
waqof muanaqoh , engkau hanya boleh berenti disalah satunya , Dia atau Aku ?
Meski
perhatianku gak kaya alif lam al-syamsiah tapi seperti alif lam al-qomariah
terbaca jelas
Kau dan
aku seperti idghom mutqoribain , perjumpaan 2 huruf yang sama makhrojnya tapi
berlainan sifatnya
Aku harap
cinta kita seperti waqof lazim , terhenti sempurna di akhir hayat
Semua
halnya dengan mad aridh , dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akn terhenti
, seperti itulah pandangan ku ketika melihatmu
Layaknya
huruf tafkhim , nama mu pun tercetak tebal di pikiranku
Seperti
hukum imalah yang di khususkan untuk Ro saja , begitu juga aku hanya untuk kamu
Semoga
aku jadi yang terakhir untuk kamu , seperti mad aridh lisukun
Amiiin
by :
Diah
Septiani :
